Jam menunjukkan pukul 20.00 WIB, seorang ibu memanggil anaknya agar segera tidur. Tak lama setelah anaknya masuk kamar terlihat ibu tersebut menghidupkan televisi yang ada di kamar sang anak dan memutar sinetron yang biasa ia tonton, sambil di usap-usap punggungnya, sang anakpun ikut menuntun sampai akhirnya tertidur...........
Kondisi di atas berbeda sekali saat saya masih kecil, sebelum tidur biasanya ibu ato papa bercerita tentang keberanian seorang khalifah atau sahabat nabi, atau ibu bercerita tentang kancil yang cerdik, kadang ibu menyanyikan sebuah lagu sampai saya tertidur.
Entah karena pengaruh kemajuan teknologi atau karena ketidaktahuan sang ibu terhadap efek yang akan ditimbulkan bagi anak, bila sang anak terbiasa melihat adegan-adegan sinetron yang seringkali menampilkan perilaku tidak sesuai untuk anak kecil. Jangan kaget bila suatu hari anak anda berkata, “dasar perempuan nakal” atau saat sedang marah anak anda mengeluarkan kalimat “aku nggak mau punya ibu seperti kamu”. Berarti kalimat televisi lebih diingatnya dibandingkan kalimat yang keluar dari mulut anda sebagai orangtua.
Aneh bagi saya bila anda memarahi anak karena ia mengeluarkan kalimat-kalimat yang biasa didengarnya dari televisi, tanpa anda sadari “andalah yang mengajarkan anak anda”.
Sebelum semuanya terlanjur jauh, alangkah baikya berhenti menjadi “guru yang mengajarkan perilaku buruk pada anak anda”
0 Response to "TV oh oh TV"
Posting Komentar